New Update

Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juli 2011

PENGALAMAN MENJALANI HIDUP SELIBAT (1)

0 komentar
Hai anakKu, mengapa engkau membagi hatimu, bukankah aku kekasih hatimu satu- satunya?” Doa seorang ibu dari Jakarta itu mengejutkan saya. Tidak pernah saya berkonsultasi dengan ibu itu, tetapi dalam tumpangan tangannya, dalam suatu  kegiatan kelompok doa di Jl. Penghibur Dukalara, melompatlah kata-kata di atas. Penyingkapan apa yang tersembunyi itu merupakan penemuan indah. Pada masa muda saya cukup mengandalkan diri, tetapi pada masa tua barulah saya menyadari hanya Dialah yang kuat. Kurun waktu panjang yang telah saya lewati dengan selamat, hanya karena bantuan rahmat-Nya. Maka walaupun sharing ini saya memakai subyek saya, namun yang saya mau katakan adalah karya pernyertaan-Nya terhadap saya. Saya tidak muda lagi, tidak ada yang dapat dibanggakan, kecuali hanya satu yang perlu selalu diandalkan, YESUS.
Saya ingin memulai sharing saya ini dari kalimat majemuk bertingkat buatan ibu dari Jakarta itu.

Pertama, “Mengapa kau membagi hatimu?”

Dulu saya beranggapan kalau sudah memasuki usia duapuluhan ke atas soal ”love-love”-an itu akan hilang sendiri ditelan air Danau Toba yang luas dan dalam. Ternyata anggapan itu tidak benar. Pengalaman mencatat bahwa hati penulis pernah terbagi. Hati itu bekerja keras mendeteksi dimana Dia yang tersisi, tertindas ternyata menyerap radiasi lain yang berasal dari lawan jenis dan pada waktu itu usia saya sudah 25 tahun.
Pertanyaanya, mengapa dipersoalkan tentang menagi hati ini? Jawabannya karena saya sudah menentukan pilihan, yakni serah diri kepada Tuhan. Jawaban itulah yang memberanikan saya maju ke altar suci. Kaul kemurnian komitmen cinta, buka inisiatif dari diri saya melainkan juga dari Dia. Dalam hal ini saya mau mengatakan bahwa saya berjumpa dengan Tuhan yang mengungkapkan cintaNya kepada saya (Bdk. Mrk.15:25). Perjumpaan saya dengan pribadi yang mengasihi saya, “anakKu aku mengasihi kamu dari dulu, sekarang, dan sampai selama-lamanya”, tidak sebanding dengan pengalaman Santo Paulus melihat Tuhan (1 Kor. 9:1). Sungguh jelas Santo Paulus lebih intim dengan Yesus.
Konsisten pada cita-cita, tidak berarti fanatik. Walaupun saya sudah memilih model cinta Yesus yang  di salib untuk mewarnai hidup, sikap dan cara bertindak saya, tidak berarti saya harus bersikap kasar terhadap para gadis, melainkan sebaliknya. Alasannya karena percikan cinta Allah ada juga dalam diri para gadis. Sejak saya terinsipirasi untuk menuangkan pengalaman cinta saya akan Tuhan ini, sudah ada dua gadis menghadiahi saya dengan ciuman. Tanda ini sederhana, tapi bagi saya besar artinya, yakni senantiasa menghidupkan cinta romantis Yesus yang disalibkan untuk saya yang tak berharga ini. Itulah sebabnya hati ini harus diamati ke mana arahnya. Karena Sang pemberi Cinta di hati ini, alamat-Nya di kayu palang, maka hati ini juga harus diserahkan bulat-bulat hanya untuk-Nya.

Kamis, 07 Juli 2011

Mother, My angel

0 komentar
One day there was an important conversation early in the life of a baby. Before he was ready to be born into the world. He asked God: "The angels here say that tomorrow you are  sending me to the world, but how do I live there, I was so small and weak"?

Filosofi Semut Kecil

0 komentar
Pernah guru saya mengajarkan tentang Filosofi dari semut. Ia menantang kami dalam setiap pertemuan . kelas diminta untuk mengamati dan menceriterakan perihal kehidupan semut. Waktu itu kami diberi waktu untuk mengamati deretan semut kecil di tembok kelas kami. Kami dengan antusias menyaksikan pola hidup sederhana dari makhluk ciptaan Tuhan ini.

Senin, 04 Juli 2011

Melepas Jubah Demi Merapi

0 komentar

Masih saja teringat kala itu, aku dan sekelompok  orang dari forum religius mengadakan aksi sosial di Merapi awal tahun ini. Tidak seperti biasanya jadwal harian kumunitas para religius mahasiswa yang berdomisili di kota Yogyakarta, mengalami perubahan. Biasanya jadwal tetap bangun pagi pkl 04.30 mandi lalu ibadat atau ofisi pagi jam 05.00 dilanjutkan dengan misa kudus pkl 06.00 wib di kapel, namun saat ini, jadwal tersebut sedikit lain. Juga dalam berbusana setiap harinya dengan jubah, kini berganti pakaian profan, baju kaos lengan panjang, ketat, dipadu celana jeans atau rok celana, tidak lupa kain pembungkus kepala dan topi. Ada juga yang menyediakan peralatan berupa pacul, parang dan linggis untuk dibawa serta. Rutinitas ini sedikit lain disesuaikan dengan jadwal dari panitia pelaksanaan penanaman seribu bibit pohon mahoni di Lereng bukit Merapi, oleh Forum Biarawan-Biarawati (FBB).

Selasa, 31 Mei 2011

PUJIAN DALAM PENYEMBAHAN: Tuhan Tetap selalu Bekerja!

0 komentar
Baca:  Mazmur 103 

"Pujilah Tuhan, hai jiwaku!  Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku!"  Mazmur 103:1  

Setiap ibadah selalu diawali dengan pujian penyembahan.  Mengapa?  Karena pujian dan penyembahan kepada Tuhan sudah seharusnya merupakan gaya hidup yang tidak terpisahkan dari iman Kristen.  Sejak awal Tuhan telah merancang kita untuk menjadi umat pemuji, bahkan sampai pada kekekalan di sorga tiada hentinya pujian dan penyembahan dinaikkan bagi Tuhan.  Melalui pujian dan penyembahan nama Tuhan ditinggikan, sebab Dia hadir dalam pujian umatNya.  Dengan pujian penyembahan kita mengundang hadiratNya yang penuh kuasa untuk melawat dan memulihkan keadaan kita.

Rabu, 27 April 2011

0 komentar

Saat kita memberi maka, hati kita akan merasa bahagia, Saat kita mulai menghargai satu dengan lainnya, pasti berkat dan sukacita menghiasi hati kita. Apalagi berbagi dengan orang yang kita cintai. Merekalah hadiah terindah dalam hidup ini.
Maka jangan segan untuk memberi kado sekecil apapun bentuknya, karena nilai yang dimuatnya sungguh luar biasa.

THE GREATEST SUCCESS OF ALL

0 komentar

“Skipper, a special message just came in for you from the admiral,” the sailor said to his captain as he saluted. “I have it right here.
“Read it to me,” the captain ordered.
The sailor read, “You are without a doubt, the most conceited, self-absorbed, EGO-MANIAC ever to command a ship in the United States Navy.”
The skipper responded, “Have that communication decoded at once!”
For some people, it’s all about them. For others, it’s all about you. Like author Leil Lowndes says, “There are two kinds of people in this life. Those who walk into a room and say, ‘Well, here I am.’ And those who walk in and say, ‘Ahh, there you are.’”
Which are you? Are you more focused on getting your own needs met, or on easing the burdens of others? Are you mostly trying to make yourself happy, or are you interested in the happiness of those around you?
Albert Einstein reminded us that “life isn’t worth living, unless it is lived for someone else.” And toward the end of his life, he removed the portraits of two scientists — Isaac Newton and James Maxwell — from his wall. He replaced them with portraits of Mahatma Gandhi and Albert Schweitzer. Einstein explained that it was time to replace the image of success with the image of service.
Maybe the greatest success of all is when we realize that it’s not all about us. And maybe the greatest happiness to be found is when we share the happiness of others.
– Steve Goodier _

The Truth About Failure

0 komentar

01 Failure doesn’t mean you are a failure… …it does mean you haven’t succeeded yet.
02 Failure doesn’t mean you have accomplished nothing… …it does mean you have learned something.
03 Failure doesn’t mean you have been a fool… …it does mean you had a lot of faith.
04 Failure doesn’t mean you have been disgraced… …it does mean you were willing to try.
05 Failure doesn’t mean you don’t have it… …it does mean you have to do something in a different way.
06 Failure doesn’t mean you are inferior… …it does mean you are not perfect.
07 Failure doesn’t mean you’ve wasted your life… …it does mean you’ve a reason to start afresh.
08 Failure doesn’t mean you should give up… …it does mean you should try harder.
09 Failure doesn’t mean you’ll never make it… …it does mean it will take a little longer.
10 Failure doesn’t mean God has abandoned you… …it does mean God has a better idea!

Delapan Kado Terindah

0 komentar

Delapan macam kado ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.

Kehadiran. Kehadiran orang yang dikasihi adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir lewat surat , telepon, foto, atau fax. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian, dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.

Mendengar. Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini. Sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan ketimbang mendengarkan. Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya, ini memudahkan Anda memberikan tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau penilaian. Sekedar ucapan terima kasih pun akan terdengar manis baginya.
 
Minima 4 coloum Blogger Template by Beloon-Online.
Simplicity Edited by Ipiet's Template